Recent

πŸ™SELAMAT DATANG DI MI AL-AMIN TABANAN BALIπŸ™BAGAIMANA KABARNYA✌JAWABANNYA✌SAYA SEHAT, SAYA KUAT, SAYA CERDAS, ALLAHUAKBAR, LUARBIASA, πŸ‘JOSSGANDOSSπŸ™‚

Blogger templates

PENDIDIKAN

Structural Weaknesses

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Recent Blog Posts

Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text.

Continuous Monitoring

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Entri yang Diunggulkan

JUARA 1 & 2 KSM TINGKAT KABUPATEN TABANAN

 Selamat dan Sukses Atas Prestasi yang diraih dalam ajang kompetisi sains madrasah tingkat Kabupaten Tabanan. Semoga di Tingkat Provinsi Bis...

Blog Archive

Categories

MI AL-AMIN TABANAN

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here'.

Increased & Evolving Threat

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Widening Attack Surface

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Recent Comments

Projects

3/Business/post-list

Rabu, 12 Mei 2021


"Dalam beningnya hati ada secuil benih prasangka. Dalam santunnya ucapan ada kalanya khilaf tak sengaja. Dengan kerendahan hati, mohon dimaafkan segala kesalahan. Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin."

Senin, 10 Mei 2021

 


KHOTMIL QUR'AN MI AL-AMIN




Assalamualaikum, Wr.Wb.
Segenap Walimurid dan sisswa-siswi MI Al-Amin Yang di Rahmati Oleh Allah.
Alhamdulillah Ramadhan sudah hari ke-28 Dewan Guru MI Al-Amin telah menyelesaikan kegiatan khotmil qur'an secara virtual sebanyak 4 kali yang bertujuan semoga kita semuanya dijauhkan dari Virus Covid-19 dan marabahaya serta kita semua mendapat barokah dari Al-qur'an .
Semoga MI Al-Amin Tetap Jaya dan Selalu Berkarya. Alfatihah!

Senin, 03 Mei 2021


 Festival Cahaya Ramadhan 1442H PLN UITJBTB

Lomba Da'i Cilik, Alhamdulillah ananda Nadine Alesha Kelas II Terpilih menjadi Juara 1 Tingkat Nasional mewakili Bali, semoga prestasi ini bisa menambah semangat bagi seluruh siswa-siswi MI Al-Amin, bahwasannya jika mau belajar pasti bisa.

Cuplikan Nadine Alesha siswi kelas 2 MI Al-Amin tampil dalam acara Safari Ramadhan Bersama "General Manager UIT JBM" yang diselenggarakan pada tanggal 03 Mei 2021 beralamat : Jl. Raya Abianbase, Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351.


Kegiatan Santunan, kerjasama PLN dengan Dompet Sosial Madani yang menghadirkan 50 anak yatim/piyatu dan duafa, yang naik di atas panggung adalah perwakilan dari 50 anak tersebut. Semoga Barokah dan bermanfaat.


Sabtu, 01 Mei 2021

 

Sejarah Hari Pendidikan Nasional tak lepas dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di era kolonialisme. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia setiap 2 Mei, untuk memperingati kelahiran dan menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara. Baca juga: Hari Pendidikan Nasional 2021: Sejarah, Tema, dan Link Download Logo Ki Hadjar Dewantara Melansir Kompas.com, 2 Mei 2020, pria kelahiran Pakualaman, Yogyakarta, 2 Mei 1889, ini dikenal sebagai pencetus Taman Siswa. Kutipannya yang terkenal, yakni "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani". Artinya, di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik; di tengah atau diantara murid, guru harus menciptakan ide dan prakarsa; di belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan serta arahan. Nama asli Ki Hadjar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Melansir laman Kemdikbud, Ki Hajar Dewantara melahirkan sistem pendidikan nasional bagi kaum pribumi dengan nama Taman Siswa. Perguruan Taman Siswa berdiri pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta. Taman Siswa ini mengajarkan kepada pribumi tentang pendidikan untuk semua yang merupakan realisasi gagasan dia bersama-sama dengan temannya di Yogyakarta. Sekarang Taman Siswa mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara merupakan Mentri Pengajaran pertama Kabinet Presiden Soekarno yang kemudian menjadi Kementrian Pendidikan dan Pengajaran dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ki Hajar Dewantara juga merupakan Pahlawan Nasional ke-2 yang ditetapkan Presiden pada tanggal 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Dengan Keppres itu dia juga ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Berdasarkan pemberitaan Harian Kompas, 2 Mei 1968, karena jasa-jasanya, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Dia dianggap telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Mengutip Kompas.com, 2 Mei 2020, Ki Hajar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, yakni Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Dia menjadi salah satu penulis andal. tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat anti penjajahan. Baca juga: Hari Pendidikan Nasional dan Momen Mengenang Ki Hadjar Dewantara... Perjuangan Selain menjadi wartawan muda, Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Salah satunya aktif pada organisasi Budi Utomo. Setelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dirinya mendirikan Indische Partij bersama dengan Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Namun, Indische Partij ditolak oleh Belanda dan menggantinya dengan membentuk Komite Bumiputera pada 1913. Komite tersebut bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis dengan menarik pajak dari rakyat kecil. Ki Hajar Dewantara mengkritik tindakan perayaan tersebut melalui tulisan yang berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk satu juga). Akibat tulisan tersebut, Ki Hajar Dewantara ditangkap Pemerintah Hindia Belanda dan dibuang ke Pulau Bangka. Namun, Ki Hajar Dewantara memilih untuk dibuang ke Belanda dan diizinkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Selama menjalani masa pembuangan di Belanda, Ki Hajar Dewantara memanfaatkannya dengan banyak belajar. Dirinya mempelajari masalah pendidikan dan pengajaran. Bahkan, prestasinya ditunjukkan dengan memperoleh Europeesche Akter. Kiprah pendidikan Pada 1918, Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia setelah menjalani hukuman selama masa pembuangan. Sekembalinya ke tanah air, Ki Hajar Dewantara bertekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari kebodohan untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Dirinya mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa (National Onderwijs Institur Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Pendidikan ini bertujuan menanamkan rasa kebangsaan mencintai tanah air untuk berjuang memperoleh kemerdekaan. Ki Hajar Dewantara juga aktif menulis dengan tema pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisannya tersebut, dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenang jasa dan perjuangan Ki Hajar Dewantara, pemerintah memberikan julukan "Bapak Pendidikan" dan menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.


Kamis, 29 April 2021

Kegiatan santunan kerjasama Dompet Sosial Madani (DSM)  dan KPP Pratama Tabanan, 

Memberikan santunan kepada  20 anak yatim dan duafa dengan pemberian  kado cerianya dilanjutkan buka bersama, 

semoga bermanfaat "kata pimpinan KPP Pratama Tabanan" melihat mereka tersenyum gembira menerima pemberian dari kami, kami sangat terharu dan senang apalagi mereka rajin-rajin ada yang hafal 4 Juz Al-Qur'an, Juara kelas dan juara di bidang ekstrakurikuler.

Dari pihak sekolah sangat antusias dan harapannya di tahun-tahun berikutnya bisa bekerjasama seperti ini lagi untuk membuat mereke tersenyum gembira.πŸ˜„




 

Sabtu, 24 April 2021


 Barokallah, Ananda ANNISA AZZARA PUTRI Kelas 4 Al-Aziz Juara 1

πŸ† Dalam ajang STQ Tingkat Kec. KediriπŸ™ Semoga ananda bisa mempertahankan Juara menuju tingkat KabupatenπŸ™
Annisa Azzara Putri memiliki seorang Ibu yang mualaf + singgel parent, akan tetapi Annisa semangatnya untuk menjadi Hafidzah sungguh luar biasa, bahkan saat ini sudah hafal 4 Juz, disela-sela membantu jualan Ibunya Es di depan Toko Widi Sanggulan, Ananda NIsa selalu membawa Al-Qur"an untuk murojaah dan di hafalkan, Semoga keinginan ananda Nisa didijabah oleh Allah SWT.